Indodax Pastikan Data dan Aset Kripto Pengguna Aman Pasca-Gangguan Sistem

Indodax Pastikan Data dan Aset Kripto Pengguna Aman Pasca-Gangguan Sistem

Jakarta – Indodax, platform perdagangan aset kripto terbesar di Indonesia, menegaskan bahwa seluruh dana, aset kripto, dan data penggunanya tetap aman. Kepastian ini disampaikan menyusul deteksi anomali atau indikasi aktivitas tidak wajar pada sistem mereka pada 29 Oktober 2026. Sebagai langkah preventif, Indodax sempat menghentikan sementara layanan deposit dan penarikan untuk melakukan investigasi menyeluruh.

CEO Indodax, William Sutanto, menjelaskan bahwa tim keamanan perusahaan mendeteksi adanya indikasi aktivitas yang mencurigakan, yang juga disebut sebagai peningkatan percobaan serangan siber. Merespons temuan tersebut, Indodax segera menghentikan layanan deposit dan penarikan baik untuk rupiah maupun aset kripto, dimulai sekitar pukul 12:24 WIB pada tanggal kejadian. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi tim keamanan melakukan mitigasi dan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada risiko lanjutan sebelum layanan kembali dibuka.

Investigasi Menyeluruh dan Hasil Keamanan

Dalam keterangannya pada Senin, 2 November 2026, William Sutanto menegaskan bahwa pendekatan yang diambil adalah yang paling konservatif untuk menjamin keamanan aset dan data pengguna. Selama masa penghentian layanan, tim keamanan Indodax melakukan mitigasi dan evaluasi intensif terhadap sejumlah infrastruktur utama, termasuk sistem trading, wallet, dan akun pengguna. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa aktivitas yang terdeteksi tidak berkembang menjadi transaksi ilegal, perpindahan aset secara tidak sah, maupun kebocoran data member.

William Sutanto memastikan bahwa potensi ancaman yang teridentifikasi telah berhasil dinetralisir, dan seluruh dana, aset kripto, serta data member tetap aman sepanjang proses penanganan insiden. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memprioritaskan keamanan aset pengguna di atas segalanya.

Pembukaan Layanan Secara Bertahap

Setelah proses perbaikan, asesmen, dan verifikasi keamanan selesai dilakukan, Indodax mulai membuka kembali layanan secara bertahap pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dimulai pukul 14.00 WIB. Pembukaan bertahap ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap fungsi berjalan sesuai standar keamanan yang ketat sebelum seluruh layanan beroperasi penuh.

William Sutanto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pengguna selama periode penghentian layanan. Ia juga mengapresiasi kesabaran dan kepercayaan yang telah diberikan oleh member. Menurutnya, langkah hati-hati ini adalah bentuk tanggung jawab Indodax dalam menjaga aset dan layanan yang dipercayakan kepada mereka.

Imbauan Keamanan untuk Pengguna

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat keamanan ekosistem kripto, Indodax juga kembali mengingatkan pengguna untuk selalu memperkuat keamanan akun pribadi mereka. Indodax mengimbau pengguna untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), menjaga kerahasiaan Kode Verifikasi Sekali Pakai (OTP), PIN, dan kata sandi, serta tidak pernah memberikan informasi keamanan akun kepada pihak lain.

Selain itu, pengguna juga diminta untuk tidak mengunduh perangkat lunak atau aplikasi, serta mengakses tautan dari sumber yang tidak dikenal. Untuk masa depan, Indodax berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pemantauan, evaluasi keamanan, dan prosedur respons insiden demi menjaga keandalan layanan dan perlindungan member.

Konteks Peretasan Sebelumnya

Insiden ini terjadi setelah Indodax sebelumnya juga pernah mengalami peretasan pada September 2024. Saat itu, dilaporkan sekitar 20 juta dolar AS hilang dari hot wallet mereka, sebuah insiden yang diklaim sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan. William Sutanto sendiri menjabat sebagai CEO Indodax sejak Mei 2025.

Bagikan