Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra: Ramping Namun Bertenaga dengan Kamera Mumpuni
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9304669/original/064379400_1784729570-Samsung_Galaxy_Z_Fold8_Ultra.jpg)
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra hadir untuk mendefinisikan ulang ekspektasi terhadap ponsel lipat, membuktikan bahwa desain tipis dan stylish tidak lagi harus mengorbankan kelengkapan fitur, terutama di sektor kamera. Perangkat terbaru dari Samsung ini mematahkan anggapan tersebut dengan menghadirkan sistem kamera mumpuni yang dilengkapi lensa telefoto 3x, padahal kompetitor seringkali mengeliminasi fitur ini demi bodi yang lebih ramping.
Inovasi Kamera Kelas Flagship di Balik Desain Ramping
Galaxy Z Fold8 Ultra, yang diluncurkan dengan sistem operasi Android 17, didukung oleh konfigurasi kamera yang diturunkan langsung dari seri Galaxy S26 Ultra. Ini mencakup kamera utama wide 200MP yang sangat detail, lensa ultra-wide 50MP dengan sudut pandang 120 derajat, serta sebuah lensa telefoto 10MP yang menawarkan kemampuan 3x optical zoom. Kombinasi ini menempatkannya di garis depan perangkat lipat dari segi fotografi.
Liputan6.com menyoroti bahwa dibandingkan dengan ponsel lipat kompetitor seperti 'iPhone Duo' yang baru-baru ini dirilis tanpa lensa telefoto, Galaxy Z Fold8 Ultra secara jelas menonjolkan keunggulannya. Samsung melalui perangkat ini ingin menegaskan bahwa layar besar, fleksibilitas, dan desain ramping dapat berpadu harmonis dengan sistem kamera yang superior dalam satu genggaman.
Pentingnya Lensa Telefoto Optik 3x
Dalam dunia smartphone layar lipat, produsen seringkali dihadapkan pada dilema ruang. Bodi yang dirancang tipis dan ramping biasanya memakan korban pada modul kamera jarak jauh, memaksa pengorbanan kemampuan telefoto. Namun, Samsung, dengan pengalaman delapan tahun dalam pengembangan ponsel lipat, memilih pendekatan yang berbeda dengan menyertakan lensa telefoto khusus 10MP yang memiliki kemampuan 3x zoom optik.
Kehadiran lensa telefoto khusus ini bukan sekadar penambah daftar spesifikasi di atas kertas, melainkan sebuah pembeda fundamental yang sangat terasa dalam penggunaan sehari-hari. Secara fungsional, lensa telefoto 3x memungkinkan pengguna untuk membidik objek dari jarak menengah dengan perspektif yang lebih luas. Ini berarti pengguna tidak perlu lagi mendekat atau melakukan cropping pada gambar, sebagaimana yang terjadi pada digital zoom.
Perbedaan mendasar antara zoom optik khusus dan digital zoom terletak pada cara pemrosesan gambar. Ketika sebuah sistem hanya mengandalkan crop digital, resolusi gambar dapat pecah dan detail kecil akan hilang karena piksel dipaksa meregang. Sebaliknya, lensa telefoto fisik pada Galaxy Z Fold8 Ultra menangkap cahaya dan detail secara optik langsung dari jarak jauh, menjaga ketajaman gambar tetap natural. Kemampuan ini disebut Liputan6.com tidak dimiliki oleh 'iPhone Duo'.
Fungsionalitas untuk Dokumentasi Sehari-hari
Meskipun spesifikasi tinggi bukan satu-satunya penentu hasil akhir sebuah foto, komposisi, pencahayaan, dan kondisi di lapangan juga berperan penting. Namun, memiliki kamera telefoto yang andal secara signifikan meningkatkan fleksibilitas pengguna dalam berbagai kondisi sehari-hari. Misalnya, memotret detail makanan dari sudut artistik tanpa harus terlalu dekat, mengabadikan ekspresi natural anak dari kejauhan tanpa membuat mereka risih, atau menangkap lanskap kota saat perjalanan pulang kerja.
Pada akhirnya, keberadaan lensa telefoto yang fungsional dalam bodi ponsel lipat yang nyaman digenggam menjadikan Galaxy Z Fold8 Ultra bukan sekadar pernyataan gaya, melainkan alat dokumentasi yang tangguh dan bisa diandalkan.
Standar Baru Ketipisan Tanpa Kompromi
Perkembangan manufaktur Samsung berhasil menciptakan Galaxy Z Fold8 Ultra dengan ketebalan yang mengesankan, yakni 4,1 mm saat dibuka dan hanya 8,9 mm ketika layar dilipat. Angka ini menempatkannya di posisi terdepan dibandingkan dengan ponsel lipat merek lain di kelasnya, yang rata-rata masih berada di ketebalan lebih dari 9mm saat dilipat.
Bahkan, 'iPhone Duo' yang belakangan menarik perhatian global, menurut Liputan6.com, tidak setipis Galaxy Z Fold8 Ultra. Ketika dibentangkan, ketebalannya masih 5,2 mm, dan saat dilipat mencapai 11,3 mm. Perbedaan ketebalan 2,4 mm ini memberikan impresi genggaman yang jauh berbeda. Termasuk saat dimasukkan ke saku celana dalam posisi tertutup, sensasi Galaxy Z Fold8 Ultra terasa lebih mendekati smartphone konvensional, bukan seperti mengantongi dompet tebal.
Performa Flagship yang Tetap Utuh
Tantangan utama di industri ponsel lipat bukan hanya seberapa tipis perangkat dapat dibuat, tetapi juga bagaimana fitur-fitur kelas flagship tetap dapat dipertahankan. Pada Galaxy Z Fold8 Ultra, Samsung tidak mengorbankan fitur penting demi mengejar ketipisan tertentu.
Perangkat ini tetap memuat deretan fitur penting ala flagship, mulai dari kamera yang bertenaga seperti Galaxy S26 Ultra yang didukung kemampuan telefoto 3x dan sensor utama beresolusi 200MP, performa kelas atas berkat chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, hingga perlindungan bodi yang kokoh berkat Corning Gorilla Glass Ceramic 3. Evolusi delapan tahun pengembangan ini menunjukkan bahwa masa depan ponsel lipat tidak lagi memaksa pengguna untuk memilih antara kenyamanan desain atau kelengkapan fungsi; keduanya dapat berjalan berdampingan dalam satu genggaman yang ramping, baik ketika layar dibuka maupun ditutup.
Kesempatan Memiliki Galaxy Z Fold8 Ultra
Bagi konsumen yang ingin beralih ke smartphone layar lipat yang tidak hanya ringkas dan nyaman digenggam, tetapi juga berkinerja tinggi, didukung AI lengkap, serta fitur kamera mumpuni, Galaxy Z Fold8 Ultra dapat menjadi pilihan menarik. Samsung menyelenggarakan program “Galaxy Upgrade Festival” untuk memfasilitasi transisi ini agar lebih terjangkau.
Melalui program trade-in, konsumen berkesempatan memiliki Galaxy Z Fold8 Ultra mulai dari Rp 15 jutaan. Program promo ini menawarkan total keuntungan hingga Rp 7,3 juta ditambah cashback ekstra, serta pilihan cicilan mulai Rp 600 ribuan per bulan. Program Galaxy Upgrade Festival akan resmi berakhir pada 31 Oktober 2026. Pembelian dapat dilakukan melalui Samsung.com atau Samsung Experience Store, dengan syarat dan ketentuan berlaku.