Hari AI PC RTX di ITB: Mahasiswa Pamer Prototipe Berbasis AI dengan Laptop NVIDIA RTX

Hari AI PC RTX di ITB: Mahasiswa Pamer Prototipe Berbasis AI dengan Laptop NVIDIA RTX

Bandung, Indonesia – Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi tuan rumah acara “RTX AI PC Day” pada 20 Oktober 2026, sebuah inisiatif kolaborasi antara NVIDIA, ITB, dan sembilan merek PC terkemuka. Acara ini menandai peluncuran laptop GeForce RTX 50 Series sebagai perangkat utama untuk pembelajaran dan riset kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kampus. Puncak acara tersebut adalah presentasi tiga prototipe AI inovatif yang dikembangkan oleh mahasiswa ITB, semuanya menggunakan laptop ASUS ROG Strix G16 yang ditenagai oleh GPU NVIDIA RTX.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program GeForce Campus Leaders, sebuah skema yang membekali mahasiswa terpilih dengan perangkat keras canggih untuk memfasilitasi eksperimen dan riset AI. Di ITB, NVIDIA bermitra dengan ASUS, sedangkan di Universitas Pelita Harapan (UPH), kolaborasi dilakukan dengan Acer. Tujuan utama program ini adalah untuk memberdayakan mahasiswa agar menjadi inovator dan pembangun di bidang AI, bukan sekadar pengguna.

Laptop GeForce RTX 50 Series sebagai Garda Depan Riset AI

Para mahasiswa yang memamerkan proyek mereka dibekali dengan ASUS ROG Strix G16 yang dilengkapi GeForce RTX 5070 Laptop GPU. Menurut informasi dari situs ASUS untuk lini ROG Strix G16 (2025) G615, konfigurasi RTX 5070 Laptop GPU ini hadir dengan VRAM 8GB GDDR7 dan daya GPU hingga 115W. Laptop ini juga dilengkapi sistem pendingin ROG Intelligent Cooling yang menggunakan vapor chamber dan tiga kipas, yang menurut Lenny Lin, Country Manager ASUS Indonesia, dirancang untuk menangani beban kerja AI yang intensif.

Edward Ferdian dari Pusat AI ITB menambahkan bahwa kerja sama ini sangat penting untuk mendorong mahasiswa menjadi kreator teknologi. NVIDIA menyoroti bahwa penggunaan GPU laptop secara signifikan memperpendek waktu pelatihan model AI, memungkinkan mahasiswa untuk menjalankan lebih banyak eksperimen dan iterasi dalam pengembangan proyek mereka.

Inovasi AI Mahasiswa ITB untuk Solusi Industri

Ketiga prototipe yang dipamerkan menyasar masalah nyata di berbagai sektor industri, menunjukkan potensi besar AI dalam memberikan solusi praktis:

  • REBA.ai: Dikembangkan oleh Izhar Alif Akbar dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, sistem computer vision ini menganalisis rekaman CCTV di pabrik untuk mengevaluasi postur pekerja berdasarkan standar Rapid Entire Body Assessment (REBA). Tujuannya adalah untuk membantu supervisor dalam menilai risiko ergonomi, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.
  • ColdTrack AI: Karya Tsabita Khoirunnisa ini berfokus pada pemantauan rantai dingin logistik secara prediktif. Dengan menganalisis data telemetri dari truk berpendingin, ColdTrack AI dapat memprediksi perubahan suhu muatan, menghitung waktu sebelum suhu melampaui batas aman, dan menyediakan indeks risiko kargo serta rekomendasi tindakan preventif. NVIDIA mencatat bahwa sistem ini mampu mempertahankan performa stabil selama penggunaan berjam-jam.
  • RecycledFiberAI: Muhammad Taufiq Al Fikri menciptakan prototipe computer vision ini untuk mendeteksi dan memetakan kontaminan seperti plastik dan logam dalam aliran kertas daur ulang secara real-time, meningkatkan efisiensi proses daur ulang.

Anjas Maradita, seorang AI Business Architect, mengapresiasi proyek-proyek ini karena secara langsung menjawab tantangan di bidang logistik, keselamatan kerja, dan pengelolaan sampah. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjembatani solusi-solusi tersebut dengan kebutuhan spesifik industri agar dapat diimplementasikan secara luas.

Dua Pendekatan AI: Lokal vs. Cloud

Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, menjelaskan perbedaan fundamental antara dua pendekatan AI. AI cloud diproses di pusat data, menawarkan kapasitas komputasi yang besar dan akses ke model AI yang sangat kompleks. Namun, penggunaan yang intensif dapat menimbulkan biaya berulang yang lebih tinggi. Sebaliknya, AI lokal beroperasi langsung di perangkat seperti laptop atau desktop. Pendekatan ini membantu mengontrol biaya, menjaga data tetap berada di perangkat, dan memungkinkan operasional tanpa koneksi internet yang konstan. Meskipun demikian, kinerja AI lokal dibatasi oleh kemampuan perangkat keras dan ukuran model yang dapat dijalankan.

NVIDIA menyarankan agar para pengembang, terutama mahasiswa, memulai dengan mengidentifikasi masalah yang ingin dipecahkan sebelum memutuskan pendekatan dan perangkat yang akan digunakan. Lesmono juga menyinggung tren ke arah agentic AI, yaitu sistem yang mampu menjalankan serangkaian tugas dari satu instruksi, serta mendemonstrasikan kemampuan AI di bidang grafis melalui DLSS 5 pada video NBA 2K27.

GPU GeForce RTX 50 Series Laptop menggunakan arsitektur Blackwell dengan Tensor Cores generasi kelima, menurut NVIDIA, dan ekosistem RTX AI PC mendukung lebih dari 1.000 aplikasi dan game berbasis AI.

Promo Back to School dan Ketersediaan

Untuk mendukung pelajar, mahasiswa, dan konsumen umum, NVIDIA menawarkan promo “Back to School” untuk laptop GeForce RTX 50 Series. Penawaran ini dapat diakses melalui GeForce Official Store di Shopee dan Tokopedia, serta halaman kampanye Lenovo GeForce Back to School. Bagi pengguna desktop, promo serupa tersedia di NVIDIA GeForce Desktop Official Store di Shopee dan Tokopedia. Ketersediaan produk, periode program, harga, dan ketentuan promo mengikuti informasi yang berlaku di masing-masing kanal penjualan.

Bagikan