WhatsApp Uji 'Restricted Chat' untuk Lindungi Pesan dari Penyadapan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365214/original/081577900_1791139694-WhatsApp.jpg)
WhatsApp, platform perpesanan milik Meta, terus memperkuat komitmennya terhadap privasi pengguna dengan memperkenalkan fitur baru bernama 'Restricted Chat'. Fitur ini sedang dalam tahap uji coba bagi sejumlah pengguna program beta di perangkat Android dan iOS, dirancang khusus untuk memberikan lapisan perlindungan ekstra terhadap potensi akses tidak sah oleh aplikasi pihak ketiga atau agen kecerdasan buatan (AI) ke dalam isi percakapan sensitif.
Langkah ini diambil menyusul perkembangan teknologi AI yang semakin canggih, memicu kekhawatiran akan penyadapan atau penyalahgunaan data. Dengan 'Restricted Chat', WhatsApp berupaya memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna atas privasi mereka, terutama dalam obrolan yang dianggap sangat pribadi atau rahasia.
Cara Kerja 'Restricted Chat'
'Restricted Chat' tidak aktif secara otomatis di semua obrolan. Pengguna harus mengaktifkannya secara manual untuk percakapan tertentu yang mereka anggap sensitif. Proses pengaktifan dilakukan melalui menu informasi obrolan pada percakapan individual atau grup yang diinginkan. Setelah diaktifkan, WhatsApp akan menampilkan notifikasi khusus di dalam ruang obrolan, menandakan bahwa percakapan tersebut kini berada di bawah pembatasan privasi tambahan. Fitur ini menawarkan empat pembatasan utama:
- Mencegah Unduhan Otomatis: Media seperti foto atau video yang diterima dalam obrolan tidak akan secara otomatis tersimpan ke galeri perangkat penerima. Ini membantu mencegah konten sensitif tersebar atau disimpan tanpa sepengetahuan pengguna.
- Blokir Fitur Ekspor Obrolan: Pengguna tidak akan dapat mengekspor riwayat percakapan dari dalam aplikasi ke luar. Pembatasan ini sangat krusial untuk mencegah penyebaran percakapan sensitif melalui cara lain.
- Nonaktifkan Fitur Meta AI: Layanan kecerdasan buatan dari Meta tidak dapat diakses atau digunakan di dalam ruang percakapan yang diaktifkan 'Restricted Chat'. Ini adalah langkah langsung untuk memastikan bahwa AI tidak dapat memproses atau menganalisis isi pesan.
- Batasi Perangkat Terhubung (Linked Devices): Percakapan yang dilindungi tidak akan dapat diakses melalui perangkat tertaut, seperti WhatsApp Web, perangkat tablet, atau ponsel sekunder. Obrolan tersebut hanya akan tersedia dan dapat diakses melalui perangkat utama pengguna, sehingga meminimalkan titik akses potensial.
Lapisan Privasi Tambahan di Atas Enkripsi End-to-End
Penting untuk dicatat bahwa meskipun 'Restricted Chat' menambahkan lapisan perlindungan, WhatsApp menegaskan bahwa semua pesan dan panggilan tetap dilindungi oleh enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) secara default, terlepas dari apakah fitur 'Restricted Chat' diaktifkan atau tidak. Enkripsi ujung-ke-ujung memastikan bahwa hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca pesan, dan tidak ada pihak ketiga, bahkan WhatsApp sekalipun, yang dapat mengakses isinya.
Fitur 'Restricted Chat' ini merupakan evolusi dari fitur sebelumnya yang sempat dirancang WhatsApp, yaitu 'Advanced Chat Privacy'. Menurut laporan dari WABetaInfo, nama 'Restricted Chat' dipilih untuk lebih memperjelas tujuannya kepada pengguna, menghindari kebingungan yang mungkin timbul dari nama sebelumnya. Uji coba fitur ini dilaporkan dimulai pada awal Oktober 2026, dengan pengguna WhatsApp Beta versi 2.26.36.4 atau 2.26.39.11 di Android dan versi 26.39.10.20 di iOS sudah dapat mencobanya.
Ketersediaan untuk Publik
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai tanggal peluncuran resmi fitur 'Restricted Chat' untuk publik luas. Pengguna yang ingin mencoba fitur proteksi ekstra ini dapat mendaftar untuk bergabung dengan program beta WhatsApp. Dengan 'Restricted Chat', WhatsApp terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga privasi pengguna di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya dalam menghadapi potensi tantangan dari kecerdasan buatan dan aplikasi pihak ketiga.