Top 3 Tekno: Celah Keamanan PHP Jadi Sorotan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334632/original/038191900_1787890982-Keamanan_Siber.jpg)
Dunia teknologi informasi kembali dihebohkan dengan penemuan celah keamanan siber tingkat kritis pada bahasa pemrograman PHP (Hypertext Preprocessor). Kerentanan ini, yang dikenal sebagai PHP2Shell, menjadi sorotan utama di kalangan pengguna internet dan pengembang aplikasi, mengingat peran vital PHP dalam menggerakkan sebagian besar infrastruktur web global.
Selain ancaman keamanan PHP, dua berita teknologi lain yang juga menarik perhatian adalah pengembangan fitur pesan terjadwal oleh WhatsApp untuk pengguna iPhone, serta kebijakan Google yang secara otomatis menautkan nomor telepon seluler ke seluruh akun pengguna di perangkat Android. Ketiga isu ini menyoroti dinamika penting dalam lanskap digital, mulai dari fondasi keamanan siber hingga fitur kenyamanan dan privasi pengguna.
Celah Keamanan PHP2Shell: Ancaman Siber Tingkat Kritis
PHP, sebuah bahasa pemrograman yang sering disebut sebagai “raja tak terlihat” di balik layar internet, bertanggung jawab atas operasional banyak layanan daring dan intranet yang kita gunakan setiap hari. Berbeda dengan sistem operasi visual seperti Microsoft Windows yang tampak langsung oleh pengguna, PHP bekerja secara fundamental untuk memastikan situs web dan aplikasi berjalan lancar. Namun, dominasinya yang meluas kini berhadapan dengan ancaman serius.
Temuan celah keamanan PHP2Shell menjadi tonggak sejarah baru dalam bidang keamanan siber. Ini adalah kali pertama sebuah model kecerdasan buatan tingkat lanjut, atau yang disebut Frontier AI, berhasil mengidentifikasi kerentanan kritis yang telah bersembunyi selama lebih dari satu dekade di dalam inti mesin PHP. Para ahli menyatakan bahwa kerentanan ini sangat sulit dideteksi oleh manusia karena tingkat kerumitannya yang tinggi dan membutuhkan waktu analisis yang sangat panjang.
Menurut Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, celah keamanan ini tergolong sangat berbahaya, berada di kategori puncak dengan tingkat keparahan kritis (critical severity) dan skor 9,2 dari 10. Kerentanan tersebut telah secara resmi terdaftar dengan identifikasi CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Ancaman ini berpotensi memengaruhi sebagian besar server yang menggunakan PHP, menimbulkan kekhawatiran besar di seluruh dunia.
Berita Teknologi Populer Lainnya
Fitur Pesan Terjadwal WhatsApp Akan Hadir di iPhone
Kabar gembira datang untuk para pengguna iPhone, karena WhatsApp sedang memperluas pengujian fitur pesan terjadwal. Fitur inovatif ini memungkinkan pengguna untuk menentukan waktu pengiriman pesan, sehingga pesan dapat terkirim secara otomatis tanpa perlu dikirim secara manual. Kemampuan ini sangat berguna bagi mereka yang ingin mengirim pesan pada waktu tertentu, bahkan saat tidak dapat mengakses perangkat mereka.
Seperti dilaporkan oleh GSMArena, fitur ini mulai tersedia untuk sebagian pengguna WhatsApp beta di iOS versi 26.42.10.19 melalui platform TestFlight. Sebelumnya, WhatsApp juga telah menguji fitur serupa pada pengguna beta Android sejak awal bulan Oktober. Pengembangan fitur pesan terjadwal ini sendiri diketahui telah berlangsung setidaknya sejak Februari.
Proses penjadwalan pesan dirancang agar mudah. Pengguna hanya perlu mengetik pesan dalam ruang percakapan, kemudian menekan dan menahan tombol kirim. WhatsApp akan menampilkan opsi pilihan tanggal dan waktu yang dapat disesuaikan. Pengguna dapat menjadwalkan pengiriman mulai dari sepuluh menit setelah waktu saat ini hingga maksimal dua minggu ke depan. Setelah jadwal dikonfirmasi, pesan akan terkirim pada waktu yang telah ditentukan, bahkan jika perangkat pengirim sedang tidak terhubung ke internet. Fitur ini mendukung berbagai jenis konten, termasuk pesan teks, tautan, foto, dan video, meskipun setiap pesan terjadwal hanya dapat memuat satu foto atau satu video.
Google Otomatis Hubungkan Nomor Telepon ke Seluruh Akun Pengguna
Dalam laporan yang menimbulkan perdebatan tentang privasi, Google dilaporkan telah mulai secara otomatis menghubungkan nomor telepon seluler ke semua akun Google yang terhubung pada satu perangkat Android. Kebijakan ini diberlakukan tanpa pemberitahuan langsung atau permintaan persetujuan eksplisit dari pengguna.
Menurut LifeHacker, jika seorang pengguna memiliki beberapa akun Google, seperti akun pribadi, pekerjaan, atau alternatif, Google berpotensi menyatukan dan memverifikasi nomor telepon pengguna tersebut ke seluruh akun yang ada di perangkat yang sama. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran terkait batasan privasi bagi pengguna.
Laporan dari Android Authority menambahkan bahwa beberapa pengguna Android baru-baru ini telah menerima email konfirmasi resmi dari Google yang menyatakan bahwa nomor telepon mereka telah diverifikasi. Meskipun Google memang sesekali meminta verifikasi ulang nomor telepon, tampaknya perusahaan telah memperbarui dokumen panduan layanannya sejak setahun terakhir, yang membuat fitur ini otomatis aktif. Sebagai bagian dari proses ini, Google juga menambahkan nomor telepon pengguna ke semua akun Google yang sedang masuk, serta akun baru yang mungkin ditambahkan di kemudian hari. Meskipun ada cara untuk mengelola pengaturan ini, banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa perubahan ini telah terjadi secara otomatis.