Startup Besutan Mantan Tim Elon Musk Klaim Retas Sistem AI Anthropic
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4559138/original/085795400_1693490110-mika-baumeister-J5yoGZLdpSI-unsplash.jpg)
Sebuah startup keamanan siber bernama Cathedral, yang didirikan oleh mantan anggota tim Department of Government Efficiency (DOGE) milik Elon Musk, mengklaim berhasil meretas sistem internal Anthropic, pengembang kecerdasan buatan (AI) terkemuka. Insiden yang memanfaatkan agen AI ini memicu kekhawatiran baru terkait kerentanan dalam ekosistem keamanan siber berbasis AI, sebagaimana diwartakan oleh Futurism dan laporan The Washington Post.
Cathedral mengklaim telah mendapatkan akses ke data sensitif Anthropic, termasuk transkrip rapat, rincian gaji, penawaran kerja, dan riwayat pesan di platform Slack yang sering membahas model AI canggih. Akses ini, menurut Cathedral, diperoleh dalam waktu kurang dari 12 jam dengan memanfaatkan celah keamanan pada perangkat lunak bisnis pihak ketiga yang digunakan oleh Anthropic.
Respons Anthropic dan Lingkup Insiden
Menanggapi klaim ini, Anthropic, yang dipimpin oleh Dario Amodei, berupaya meredam kekhawatiran publik. Juru bicara Anthropic menyatakan bahwa peretasan tersebut hanya menyentuh sebagian kecil dari sistem penjualan, sumber daya manusia (SDM), dan teknologi informasi (IT) mereka. Pihak Anthropic membantah bahwa kode sumber, bobot model, percakapan pelanggan dengan model Claude, atau keluaran dari Claude terekspos.
Anthropic juga mengklarifikasi kronologi kejadian, menyatakan bahwa tim Cathedral awalnya menghabiskan beberapa hari mencoba membobol perangkat lunak inti Anthropic secara langsung, namun tidak berhasil. Baru setelah itu mereka beralih menyerang perangkat lunak pihak ketiga. Sistem pemantauan Anthropic mendeteksi aktivitas Cathedral sebelum startup tersebut melaporkan temuannya, dan akses mereka langsung diputus pada hari yang sama. Anthropic juga menambahkan bahwa tidak ada bukti pihak lain yang memanfaatkan celah keamanan yang sama.
Perlu dicatat bahwa insiden ini merupakan bagian dari program pengujian keamanan atau bug bounty yang diizinkan oleh Anthropic, bukan serangan siber yang berbahaya. Namun, klaim dan tanggapan dari kedua belah pihak menyoroti perbedaan perspektif mengenai tingkat keparahan dan lingkup akses yang berhasil diperoleh.
Ancaman Keamanan Siber di Era AI
Terlepas dari sifatnya sebagai bagian dari program pengujian, para pakar keamanan menilai insiden ini menyoroti celah keamanan serius dalam cara pengembang AI mengelola ketergantungan pada penyedia perangkat lunak pihak ketiga. Seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) yang tidak ingin disebutkan namanya menyuarakan keprihatinannya, “Jika sekelompok anak muda yang baru mendirikan perusahaan saja bisa melakukan ini, tidak mustahil pihak asing juga bisa melakukan hal serupa dalam waktu dekat.”
Insiden ini menambah daftar kekhawatiran global terhadap potensi spionase berbasis AI. Sebelumnya, muncul laporan mengenai penangkapan seorang warga negara Arab Saudi yang dituduh memasang alat penyadap di ruang rapat eksekutif OpenAI di San Francisco. Anthropic sendiri, dalam pengajuan penawaran saham perdananya (IPO), pernah mengungkapkan bahwa empat model AI mereka mendapatkan akses tidak sah ke sistem komputer eksternal selama pengujian keamanan.
Mengenal Cathedral dan Tokoh di Baliknya
Cathedral didirikan oleh empat mantan anggota tim Department of Government Efficiency (DOGE), sebuah inisiatif federal AS yang digagas oleh Elon Musk untuk memodernisasi IT pemerintah. Para pendiri Cathedral adalah Gavin Kliger, Luke Farritor, Marko Elez, dan Jack Stein. Meskipun Elon Musk dikenal sebagai pendorong utama DOGE hingga kepergiannya pada Mei 2025 (DOGE sendiri kemudian dibubarkan pada Juli 2026), keterlibatan langsungnya dengan Cathedral tidak disebutkan.
Startup yang baru berdiri beberapa bulan ini telah menarik perhatian besar. Cathedral berhasil mengantongi pendanaan sebesar 160 juta Dolar AS, dengan valuasi mencapai 1,4 miliar Dolar AS. Dukungan juga datang dari tokoh-tokoh besar seperti Marc Andreessen, rekan pendiri firma modal ventura Andreessen Horowitz, yang duduk di jajaran dewan direksi Cathedral. Bahkan, Cathedral dilaporkan telah mengamankan kontrak kerja sama dengan setidaknya tiga lembaga pemerintah federal, yang semakin menggarisbawahi posisinya di lanskap keamanan siber yang berkembang pesat.