Raih Pendanaan Rp 56 Triliun, Zankore dan Nvidia Bangun Pusat Data AI di Indonesia
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5004923/original/082028400_1731562027-photo_2024-11-14_12-18-29.jpg)
Zankore dan Nvidia Bangun Pusat Data AI Raksasa di Indonesia dengan Pendanaan Rp 56 Triliun
Zankore, penyedia infrastruktur kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia yang didukung oleh operator telekomunikasi terkemuka Indosat, secara resmi mengumumkan keberhasilannya mengamankan fasilitas pinjaman berjangka senilai 3,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 56 triliun. Pendanaan besar ini, yang didukung oleh konsorsium bank global, akan dialokasikan untuk mengakuisisi unit pemrosesan grafis (GPU) dari Nvidia dan membangun pusat data AI berskala besar di Indonesia. Pencapaian ini sekaligus mencatatkan rekor sebagai salah satu pembiayaan perangkat keras AI terbesar di kawasan Asia, demikian dilaporkan Liputan6.com pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pusat data tersebut dirancang untuk melayani konsumen cloud AI di seluruh Indonesia hingga ke penjuru Asia Tenggara.
Kolaborasi Strategis dan Dukungan Finansial Global
Zankore bukanlah entitas tunggal, melainkan merupakan wujud kolaborasi strategis antara beberapa pemegang saham dan mitra teknologi terkemuka. Di antaranya adalah PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk, yang merupakan operator seluler terbesar kedua di Indonesia. Selain itu, Ooredoo Group juga turut menjadi pemegang saham utama yang menyediakan modal jangka panjang dan skala regional, serta Nokia Corporation yang menyumbangkan teknologi jaringan AI-native. Pimpinan Zankore, Vikram Sinha, yang juga menjabat sebagai President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menggarisbawahi pentingnya peran Nvidia dalam kesepakatan pembiayaan ini.
Sebelumnya, sektor perbankan di Asia cenderung berhati-hati dalam memberikan pembiayaan langsung untuk pembelian chip AI. Keengganan ini didasari oleh beberapa faktor, termasuk depresiasi nilai aset GPU yang cepat serta risiko geopolitik yang melekat pada perdagangan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Nvidia turun tangan melengkapi kesepakatan dengan menawarkan kerangka kerja bagi hasil dan dukungan kredit. Skema inovatif ini memberikan kepastian yang dibutuhkan oleh bank-bank penjamin emisi dan pada saat yang sama menjamin ketersediaan komputasi bagi berbagai skala perusahaan, mulai dari perusahaan besar hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Nvidia membantu kami menjadikan proyek ini layak mendapat pembiayaan,” ujar Vikram Sinha, sebagaimana dikutip dari Liputan6.com. Bagi Nvidia, dukungan terhadap skema pembiayaan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas penetrasi pasar GPU-nya di luar Amerika Utara dan memperkuat saluran distribusi cloud di kawasan Asia Tenggara.
Visi Pusat Data AI Berkapasitas Gigawatt di Indonesia
Pusat data AI yang akan dibangun Zankore dan Nvidia direncanakan beroperasi dengan kapasitas awal sebesar 100 megawatt (MW), sebelum nantinya ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 1 gigawatt (GW). Berbagai sumber juga menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur awal ini akan berlokasi di Batang, Jawa Tengah, dengan target dimulainya pada paruh pertama tahun 2027.
Platform ini akan memanfaatkan teknologi canggih seperti NVIDIA DSX AI Factory, sebuah arsitektur referensi, platform, dan ekosistem yang dirancang untuk merancang serta mengoperasikan pabrik AI. Lebih lanjut, Zankore juga akan mengadopsi NVIDIA GB300 NVL72 dan NVIDIA DSX MaxLPS, yang memungkinkan peningkatan komputasi hingga 40 persen dalam anggaran daya yang sama. Sekitar 200 MW kapasitas AI dari target total tersebut ditargetkan akan rampung pada paruh pertama tahun 2027, siap melayani lonjakan permintaan pusat data di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekosistem AI nasional. Proyek ini juga berkomitmen untuk mematuhi regulasi tata kelola data elektronik di Indonesia dan aturan ekspor teknologi dari Amerika Serikat.
Dampak Bagi Ekosistem AI Regional
Peluncuran platform Zankore yang diresmikan pada 6 Agustus 2026, menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam upaya memperkuat posisinya di kancah teknologi regional. Investasi besar ini tidak hanya akan mempercepat pengembangan AI di dalam negeri, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam penyediaan infrastruktur AI di Asia Tenggara. Kolaborasi antara Zankore, Indosat, Ooredoo Group, Nokia, dan Nvidia ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat, mendorong inovasi, dan membuka peluang baru bagi berbagai sektor industri di kawasan.