Demam AI Dorong Laba Samsung Meroket 780 Persen, Cetak Rekor Baru

Demam AI Dorong Laba Samsung Meroket 780 Persen, Cetak Rekor Baru

Samsung Electronics Co. Ltd. mencatatkan kinerja keuangan yang luar biasa, dengan laba operasional melonjak hingga 780 persen. Capaian fantastis ini didorong oleh peningkatan permintaan chip memori yang masif, terutama untuk menopang infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang tengah menjadi sorotan global.

Menurut laporan Silicon Angle pada Sabtu, 31 Oktober 2026, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini membukukan laba operasional sebesar 107,44 triliun won (sekitar Rp 1,4 kuadriliun) pada kuartal ketiga. Angka ini menandai rekor laba operasional tertinggi yang pernah dicapai oleh sebuah perusahaan Korea Selatan dari seluruh sektor industri dalam satu kuartal, melewati batas 100 triliun won.

Selain itu, pendapatan Samsung juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 127 persen, mencapai 195,25 triliun won (sekitar Rp 2,6 kuadriliun). Laba bersih perusahaan juga tidak kalah impresif, melambung 515 persen hingga menyentuh angka 75,15 triliun won (sekitar Rp 1 kuadriliun).

Dominasi Divisi Semikonduktor dalam Pertumbuhan

Penyumbang terbesar terhadap keuntungan Samsung yang meroket ini adalah divisi Device Solutions (DS), unit yang bertanggung jawab atas bisnis semikonduktor perusahaan. Divisi ini mencatatkan pendapatan sebesar 147,1 triliun won (sekitar Rp 1,9 kuadriliun) dan laba operasional mencapai 106,5 triliun won (sekitar Rp 1,4 kuadriliun).

Lonjakan kinerja ini berkat investasi besar-besaran dari penyedia layanan cloud berskala global yang sedang membangun infrastruktur AI. Kebutuhan akan chip memori yang sangat tinggi telah memicu kelangkaan di pasar global dan secara bersamaan mendorong kenaikan harga. Situasi ini diperparah dengan laporan dari pesaing utama, SK Hynix Inc., yang juga melaporkan hasil serupa dan memprediksi bahwa kelangkaan memori global berpotensi memburuk hingga tahun fiskal 2027. Kondisi ini meredakan kekhawatiran pasar sebelumnya mengenai potensi melambatnya momentum di sektor AI.

Integrasi AI untuk Efisiensi Operasional

Untuk memastikan efisiensi operasional dan mempertahankan keunggulannya di masa depan, Samsung telah mengambil langkah strategis. Perusahaan menjalin kemitraan dengan Mistral AI, pengembang model AI terkemuka asal Prancis. Melalui kolaborasi ini, teknologi AI akan diintegrasikan langsung ke dalam proses desain dan manufaktur semikonduktor Samsung, diharapkan dapat meningkatkan inovasi dan efisiensi dalam produksi chip.

Tantangan dan Optimisme di Bisnis Ponsel

Di sisi lain, tidak semua lini bisnis Samsung mengalami kemajuan. Divisi ponsel pintar, yang meliputi unit Mobile eXperience (MX) dan Networks, menghadapi tantangan berat. Unit ini membukukan kerugian operasional sebesar 0,6 triliun won (sekitar Rp 8,1 triliun) dari total penjualan 37,7 triliun won (sekitar Rp 510,1 triliun).

Kenaikan harga chip memori yang menjadi tulang punggung peningkatan laba divisi semikonduktor, justru berdampak negatif pada biaya produksi ponsel, yang pada gilirannya menekan margin keuntungan. Meskipun demikian, Samsung tetap optimistis akan adanya pemulihan pada kuartal keempat. Periode ini diharapkan menjadi puncak penjualan, didukung oleh peluncuran perangkat flagship terbaru seperti lini Galaxy S26 series, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Z Fold8.

Sementara itu, bisnis panel layar Samsung menyumbang laba operasional sebesar 1,1 triliun won (sekitar Rp 14,8 triliun) dari pendapatan 8 triliun won (sekitar Rp 108,3 triliun).

Apresiasi untuk Pemegang Saham

Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja positif ini, Dewan Direksi Samsung telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 30 triliun won (sekitar Rp 406,1 triliun) kepada para pemegang saham. Setiap lembar saham akan menerima dividen sebesar 4.601 won (sekitar Rp 62,2 triliun).

Pengumuman resmi ini disambut positif oleh pasar, dengan saham Samsung langsung menguat 2 persen pada perdagangan di Bursa Korea, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan di tengah gelombang antusiasme terhadap AI.

Bagikan